Cara Yang Mungkin Perlu Anda Coba Agar Resolusi dan Goal Dapat Dicapai Dengan Mudah

Cara-Agar-Resolusi-dan-Goal-Dapat-Dicapai-Dengan-Mudah

Sudah buat resolusi?

Sudah berapa goal yang Anda capai selama 1 tahun ini?

Resolusi apa yang yang akan Anda buat di tahun berikutnya nanti?

Tahun ini sebentar lagi selesai, tinggal menghitung hari saja. 1 tahun terlewat begitu saja, padahal sepertinya baru kemarin kita meninggalkan tanggal 1 januari.

Yang akan dibahas disini adalah tentang hal yang biasa dibicarakan setiap orang di saat pergantian tahun. Yaitu RESOLUSI dan GOAL.

Apa itu Resolusi dan Goal ?

Ini bukan resolusi yang diartikan sebagai “ukuran pixel suatu gambar/foto” lho ya.

Dalam kamus besar bahasa indonesia, re·so·lu·si adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan suatu hal. Resolusi adalah tujuan atau sesuatu yang hendak saya capai untuk tahun-tahun ke depan.

Resolusi bisa juga diartikan seperti ini, kepercayaan diri dan tekad dalam mencapai tujuan, harapan, cita-cita atau bisa juga rencana yang akan kita capai setahun ke depan. Perubahan secara cepat yang dapat merubah sendi-sendi pokok kehidupan (hasil mencomot dari website sebelah).

Sedangkan goal adalah sebuah keputusan untuk memiliki atau mendapatkan sesuatu yang jauh dari kemampuan kita.

Jadi bisa diartikan disini, kalau RESOLUSI itu rencana/komitmen yang ingin dilakukan 1 tahun kedepan. Sedangkan GOAL itu sesuatu yang ingin dicapai/dimiliki tapi saat ini kita belum bisa mendapatkannya.

Sebenarnya resolusi dan goal tidak harus dibuat saat pergantian tahun, itu bisa dibuat kapan saja. Bisa ketika Anda mendapat proyek baru, pacar baru, anak baru, atau istri baru #ups … Anda bisa membuatnya kapan saja. Cuma biar momennya pas, saya menuliskan ini di detik-detik pergantian tahun, memanfaatkan treading topic gitu.

Ada sebagian orang yang sukses komitmen melakukan semua rencana sehingga mencapai semua goalnya. Tapi ada juga orang yang tidak bisa konsisten dengan resolusinya. Dan goalnya pun jauh dari kenyataan, alias gagal, FAILED.

Salah satu orangnya yang gagal adalah saya . . . Hahahaha.

Saya pernah membuat goal untuk mengisi website yang saya miliki termasuk blog ini, dengan selalu meng-update artikel (yah paling tidak 1 minggu sekali terbit 1 artikel baru) dan minimal bisa menghasilkan passive income 1 juta/bulan dari website yang saya miliki.

Tapi apa yang terjadi? … Failed, saya gagal.

Beberapa teman yang lain juga mengalami hal yang sama. Ingin berat badannya turun 20 kilo, eh malah yang ada sekarang lebih rajin ngemilnya.

Ada juga yang ingin rajin membaca Al-Quran tiap hari minimal 1 juz sehari, tapi yang terjadi malah 1 ayatpun kadang dia lupa untuk membacanya.

Ada lagi yang ingin mendapatkan penghasilan minimal 5 juta sebulan dengan blogging, tapi baru mendapatkan 100 ribu sudah menyerah karena tidak sesuai harapan, terus mencoba cara lain, gagal lagi, pindah lainnya lagi, gagal lagi, terus berulang-ulang hingga akhirnya dia down dan stop melakukannya lagi.

Di lain hari, ada teman yang habis ikutan seminar motivasi. Selesai seminar, semangat naik 1000%, merasa jumawa, semua bisa dilakukan, pokoknya “bisa . . . saya bisa . . . saya harus bisa . . .

Lalu tiba-tiba keesokan harinya dia sudah terlihat loyo mengejar goalnya. Semangatnya bocor … Ngempos bos!

Ini apanya yang salah?

Apakah ada yang bisa dilakukan?

Atau jangan jangan ketinggian goalnya?

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Ketika Menetapkan Resolusi dan Goal

Dari yang sudah saya pelajari dari Om James Clear (silakan subscribe untuk mendownload e-booknya gratis, tapi bahasa inggris atau Anda bisa langsung download filenya disini).

Ternyata kesalahan umum yang biasa dilakukan orang ketika menetapkan resolusi dan goal adalah mereka lupa menciptakan kebiasaan/habbit apa saja yang harus dilakukan agar resolusi mudah dilakukan dan goal itu terpenuhi atau paling tidak mendekati goal yang ingin dicapai.

Banyak orang sangat mudah terobsesi dengan HASIL tanpa melihat PROSES-nya.

Ketika melihat tetangga berhasil mendapatkan 1 miliar/bulan, dia langsung ikut-ikutan terobsesi ingin mendapatkan 1 miliar juga, tanpa melihat proses apa yang sudah dilakukannya hingga mendapat 1 miliar. Padahal bisa jadi 1 miliar hanya omsetnya saja … siapa tahu aja gitu.

Ketika ada orang yang berhasil menurunkan berat badan/langsing hingga berkurang 20 kg, dia langsung ikut-ikutan ingin membuat goal yang sama.

Dan banyak sekali contoh lainnya ..

“Saya ingin membaca Al-Quran 1 hari 1 juz mulai hari ini”

“Saya ingin menghajikan orang tua tahun depan”

“Saya ingin menginspirasi 1000 orang untuk berwirausaha dalam waktu 5 tahun”

dll.

Boleh boleh aja, kalau kita menginginkan hasil yang sama dengan orang lain, tapi harus melihat juga seperti apa proses untuk mendapatkannya.

Boleh boleh saja mentargetkan goal yang tinggi, toh semuanya masih berupa kemungkinan, dan mungkin saja Alloh mengabulkan dan kun fayakun tiba-tiba semua dapat tercapai. Tapi kan itu tak lepas dari usaha yang dilakukan.
Habbit Anda Menentukan Tercapainya Goal Anda

Perlu diketahui bahwa, setiap kebiasaan/habbit baik itu good habbit/bad habbit yang sudah biasa Anda lakukan adalah hasil dari keputusan kecil yang Anda pilih di hari yang lalu. Dan berjuta keputusan kecil itu membentuk Anda seperti Anda yang sekarang ini.

Untuk mendapatkan goal yang sesuai dengan yang Anda harapkan, yang diperlukan adalah kebiasaan/habbit sehari-hari yang HARUS Anda lakukan dan habbit tersebut sesuai dengan goal yang ingin Anda capai tersebut.

Karena apa yang sudah Anda lakukan berulang-ulang tiap hari, itu yang akan menentukan hasil yang Anda peroleh dikemudian hari.

Terus bagaimana bro, caranya membentuk kebiasaan/habbit yang baik agar resolusi dan goal kita tercapai dengan mudah?

Lanjut baca ya …

Untuk melakukan suatu kebiasaan baru yang positif, ternyata dorongan motivasi dari motivator yg Anda ikuti seminarnya tidak lah cukup untuk membuat Anda bergerak. Apalagi hanya dengan mengingat-ingat, kalau Anda ingin melakukan kebiasaan baru, seperti …

“ah besok mau diet ga makan pagi”

“besok aku janji tidak makan gorengan lagi”

“minggu depan saya akan menulis blog lebih rajin, biar goal tercapai”

dst.

3 R Yang Memudahkan Anda Lebih Dekat Dengan Goal Anda

Mencomot dari e-book yang saya rekomendasikan di atas, bahwa untuk memudahkan Anda menjalankan Resolusi dan mencapai Goal yang ditetapkan, Kita membutuhkan formula 3 R.

1. Reminder

2. Routine

3. Reward

Penjelasan bisa lanjut baca di bawah ini …

1. Reminder

Kegiatan yang sudah biasa dilakukan sehari-hari yang digunakan sebagai pengingat (reminder) untuk memulai suatu kebiasaan baru.

Maksudnya, pasti ada kebiasaan yang sudah biasa yang Anda lakukan setiap hari, rutin dilakukan. Nah, kalau kebiasaan tersebut berhubungan dengan kebiasaan baru yang ingin Anda ciptakan, maka pilihlah itu sebagai pengingat/reminder untuk memulai kebiasaan baru tersebut.

Kayaknya perlu contoh bro, biar lebih jelas ….

OK, bro …

Contoh :

Goal : saya ingin bisa menulis artikel 1000 kata/minggu tentang internet marketing.

Kebiasaan lama : saya setiap pagi membaca 1 artikel tentang internet marketing.

Kebiasaan baru : saya akan merangkum setiap 1 artikel yang saya baca menjadi 1 paragraf, sehingga dalam 1 minggu saya menghasilkan 7 paragraf yang siap dikembangkan lagi menjadi artikel 1000 kata.

Disini, yang dijadikan pengingat untuk memulai kebiasaan baru adalah membaca artikel di pagi hari. Kemudian setelah membaca artikel baru melakukan kebiasaan baru yaitu merangkum artikel menjadi 1 paragraf. Jadi nanti, setiap saya baca 1 artikel tiap pagi, maka selanjutnya, saya akan menghasilkan 1 paragraf rangkuman untuk menjadi bahan menulis 1000 kata.

Contoh lain :

Goal : Ikut marathon colour run

Kebiasaan lama : bangun sholat subuh jam 5

Kebiasaan baru : lari mengelilingi komplek minimal sekali tiap hari, yang nantinya akan ditinggatkan sampai 10 kali putaran tiap hari

Nah, kalau disini yang jadi pengingat adalah kegiatan sholat subuh. Yang biasanya mungkin habis sholat tidur lagi, sekarang menciptakan kebiasaan baru dengan lari mengelilingi komplek perumahan.

Terus gimana cara memilih kegiatan yang bisa dijadikan pengingat untuk memulai kebiasaan baru bro?

Ada 2 tips cara memilih kegiatan sebagai pengingat/reminder :

a. Buat list catatan kegiatan apa saja yang setiap hari tidak pernah Anda lewatkan, paling tidak berhubungan dengan kebiasaan baru yang ingin Anda lakukan.

seperti : mandi, makan pagi, buka facebook, ngetweet, bangun pagi, ngopi pagi hari, ibadah, dll.

b. Buat list catatan sesuatu yang sering terjadi di kehidupan Anda tapi bukan Anda yang mengontrolnya.
seperti : dapat sms dari istri, ada telpon orang pesan produk Anda, panggilan adzan, anak nangis tantrum, dst.

Polanya bisa seperti :

Setiap Anda mendapat telepon istri, Anda akan mengangkat telepon, dan selanjutnya melakukan kebiasaan baru dengan mengucapkan salam seperti “assalamualaikum cantik”. Akhirnya istri makin tambah cinta. 🙂

Setiap anak Anda nangis tantrum, Anda akan mendekatinya, memeluknya sambil berbisik ” Adek boleh nangis yang lama, tapi coklatnya baru ayah/ibu berikan kalau adik sudah tidak menangis lagi”.

Setiap Anda sarapan, sebelum memulai Anda membaca doa, lalu mulai makan dengan kebiasaan baru, mengunyah 33 kali sebelum ditelan, agar lambung Anda lebih sehat.

Setiap dengar adzan, Anda akan melakukan kegiatan baru, yaitu mulai melangkahkan kaki ke masjid, walaupun memang untuk pertama-tama akan terasa berat. Apalagi pekerjaan dunia masih membelenggu dengan mepetnya deadline. (saya sudah melakukan yang ini, dan hasilnya sekarang lebih ringan melangkahkan kaki ke masjid, teman-teman kantor mulai banyak yang mengikuti, dan yang paling ajib menurut saya adalah pekerjaan bisa terselesaikan dengan mudah padahal sepertinya speed bekerjanya saya masih sama seperti dulu . . . Alhamdulillah).

2. Routine

Mengulang kebiasaan baru yang sudah mulai dijalankan.

Maksudnya, setiap kebiasaan baru yang sudah dilakukan diulang kembali di hari berikutnya. Berulang-ulang hingga kita merasa sudah terbiasa.

Buatlah semudah mungkin dalam melakukan kebiasaan baru tersebut. Untuk awal-awal performa tidaklah begitu penting, yang lebih penting adalah menjadi seseorang yang selalu melakukan kebiasaan baru. Tak masalah seberapa kecil bentuk action yang Anda lakukan untuk menciptakan kebiasan yang baru tersebut.

Ini yang kadang-kadang jadi kendala untuk melakukan kebiasaan baru. Ketika kita tidak begitu bagus performanya di awal, kita merasa kurang pede, kurang puas dan malas untuk melakukannya lagi.

Seperti, ketika saya kurang pede untuk menulis artikel ini, yang tadinya hanya ringkasan 2 paragraf, dan mungkin kurang layak baca. Tapi saya akan tetap paksakan untuk menambahkan 1-2 kalimat ketika lagi senggang lewat aplikasi evernote (kalau Anda suka menulis, Anda wajib instal aplikasi ini).

Dan akhirnya ya seperti inilah jadinya seperti yang sudah Anda baca saat ini. Dan ternyata membutuhkan waktu selama 1 minggu lebih untuk menulis ini . . . wkwkwk.

Kurang gereget isinya?

It’s OK, namanya juga berproses, saya akan menerima semua masukan dari Anda yang membaca ini, sehingga di tulisan berikutnya jadi lebih baik.

Berdamailah ketika kebiasaan yang Anda ingin ciptakan belum sesuai keinginan Anda atau bahkan terlewat dari jadwal yang sudah ditetapkan. Besok diulangi lagi, dan rutinkan dulu. Nanti kedepannya Anda pasti akan tahu dimana letak kekurangannya dan bisa memperbaikinya atau bahkan meningkatkan performanya.

Ketika Anda mulai membiasakan untuk berlari 1 putaran komplek dan ternyata baru sampai ujung jalan sudah ngempos, capek, ya sudah berdamailah. Jalan dulu hingga Anda sudah siap berlari lagi. Rutinkan hingga paru-paru dan seluruh tubuh terbiasa berlari 1 putaran komplek. Kalau sudah terbiasa dengan 1 putaran/hari, naikkan lagi levelnya menjadi 2 putaran perhari, terus lanjutkan hingga akhirnya kemampuan lari Anda sesuai dengan yang Anda harapkan.

3. Reward

Berikan penghargaan untuk diri sendiri atas usaha yang berhasil dilakukan.

Tak perlu menunggu tercapainya goal yang besar untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Ketika kita berhasil melakukan keberhasilan-keberhasilan kecil, maka saat itu juga berilah penghargaan kepada diri sendiri.

Penghargaan termudah adalah, menepuk pundak sendiri dengan bilang, “Terima kasih kamu hebat”. Tapi tolong lakukan ketika tidak ada orang, nanti maalu sodara-sodara dilihat orang . . . huehehehe.

Kalau saya biasanya ketika selesai menulis 1 artikel, saya tutup dengan karakter titik pada kalimat terakhir lalu menekan enter agak keras, sambil bilang, “Yes, selesai”. lalu dilanjut dengan nyruput teh hangat buatan istri sampai habis sambil makan roti sumbu . . . uenak tenan bro.

Penghargaan kepada diri sendiri juga bisa menggunakan cara lain yang penting membuat Anda merasa senang. Misalkan :

Sehabis fitnes, Anda akan memanjakan tubuh Anda dengan mandi air panas (kalau ga ada pemandian air panas, minta emak suruh godog-in air panas dulu . . . Huehehe).

Selesai publish 1 artikel, Anda berjalan-jalan melihat ‘pemandangan’ segar. 🙂

Dan lain sebagainya, asal tidak bertentangan dengan goal yang ingin Anda capai.

Niatnya sih diet biar langsing … waktu berhasil turun 1 kg, malah memberi hadiah kepada diri sendiri dengan coklat, dimakan sendiri pula, katanya “ga rela bagi-bagi”. . . FAILED! 😀

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak tips yang diberikan di e-booknya Om James, cuma kalau ditulis ulang dalam 1 artikel sepertinya terlalu panjang. Jadi saya tuliskan 3R dulu saja sebagai cara untuk mempermudah mencapai resolusi dan goal yang ingin Anda capai. Anda bisa membaca lengkap di e-booknya, atau kalau Anda malas untuk membaca karena berbahasa inggris, silakan subscribe website ini saja biar tak ketinggalan update terbaru . . . Huehehe.

Lain waktu akan saya tuliskan ulang di sini.

Tambahan dari saya sih, kalau ketika Anda melakukan cara 3R untuk mencapai resolusi dan goal, Anda merasa kurang enjoy, sebaiknya cek lagi resolusi dan goalnya, mungkin itu hanya nafsu Anda belaka/ikut-ikutan karena melihat rumput sebelah lebih hijau, tapi sebenarnya di hati yang terdalam ada penolakan untuk tidak melakukannya.

Ini bukan lari sprint 100 m, tapi lari marathon bro!

Butuh kesabaran dan ketekunan. Kalau Anda tidak enjoy jangan terlalu memaksakan, takutnya hasilnya tidak seperti yang Anda harapkan.

Live is short, do what you love, do it often.

Setiap individu berbeda, setiap individu punya cerita.

Setiap individu spesial, setiap individu punya jalannya sendiri-sendiri.

Setiap individu punya takdir masing-masing yang sudah ditetapkan. Temukan “frekuensi” yang pas untuk mencapai keberhasilan Anda sendiri.

Silakan tinggalkan komentar di bawah ini agar saya tahu seperti apa pendapat Anda mengenai tulisan saya ini. Saya sangat mengapresiasi dan akan membalas setiap komentar yang Anda tuliskan.

Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s