Baca ini! Biar Anda Tidak Perlu Bolak-Balik Mengurus Akta Kelahiran Anak Seperti Saya.

cara mengurus akta kelahiran di depok 2015

Foto : Map sampul akta kelahiran 2015

 

Alhamdulillah, tanggal 27 juli 2015 jam 09.05 kemarin, saya beserta istri dititipi anak kedua, perempuan yang cantik dan sholehah.

Karena istri lahiran di rumah sakit yang lokasinya di Jakarta Selatan dan kami berdomisili di Depok, maka menurut pihak rumah sakit, kami tidak bisa menitipkan pengurusan akta kelahiran di sana.

Akhirnya kami mengurus sendiri akta kelahiran anak. Dan dari sinilah keseruan-keseruan in mulai terjadi . . .

Pengurusan pembuatan akta kelahiran dimulai dari mengurus surat keterangan pengantar domisili dari RT dan RW. Tinggal datang ke pak RT dan pak RW sambil membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) + kartu keluarga (KK).

Setelah 2 hari, surat pengantar domisilipun keluar dan siap untuk digunakan sebagai syarat untuk meminta surat pengantar dari kelurahan. Kemudian surat pengantar dari kelurahan tadi dibawa sebagai syarat mengurus akta kelahiran ke Dinas Kependudukan.

Di kelurahan, untuk pengurusan surat pengantar kelurahan, saya harus menunggu 2 minggu. Tadinya menurut saya agak lama, karena hanya surat pengantar 1 lembar saja kok ya harus menunggu 2 minggu … Lamaaaa banget bro … Menurut saya tadinya begitu.

Tapi ternyata, yang dibuat di kelurahan adalah tidak hanya surat pengantar saja melainkan dengan KK baru dengan penambahan nama anak saya yang baru lahir + nomer kependudukannya.

Jadi ya, walaupun agak lama, sepertinya waktu tunggu 2 minggu masih masuk akal lah dengan hasilnya : surat pengantar + KK baru.

 

Pengurusan Akta Kelahiran Beda Dengan Pengurusan 3 Tahun Lalu

Saya baru sadar, ada yang berbeda antara pengurusan akta kelahiran sekarang dengan pengurusan akta kelahiran 3 tahun lalu.

Dulu, pas jamannya pengurusan akta kelahiran untuk anak pertama saya (2012), KK terbaru akan dibuatkan setelah akta kelahiran anak sudah diterbitkan oleh Dinas Kependudukan.

Nah, kalau sekarang (2015), KK sudah jadi duluan bersama surat pengantar dari kelurahan yang nantinya akan digunakan sebagai syarat untuk mengurus pembuatan akta kelahiran anak di Dinas Kependudukan.

 

Syarat Pembuatan Akta Kelahiran

syarat mengurus akta kelahiran

Ini syarat pembuatan akta kelahiran Depok 2015

Ini saya tuliskan syarat untuk pembuatan akta kelahiran dari Dinas Kependudukan Depok, yang mungkin berguna untuk Anda yang sedang akan mengurus akta kelahiran.

  1. Mengisi formulir dengan lengkap dan menandatangani register akta kelahiran.
  2. Surat keterangan kelahiran dari kelurahan (stempel basah/asli).
  3. Surat keterangan lahir dari RS/Puskesmas/Klinik/Bidan atau buat surat pernyataan bermaterai kalau melahirkan di dukun/paraji.
  4. Fotokopi KTP 2 orang saksi. (Orang yang tinggal tidak dalam 1 rumah dan bukan orang tua bayi/pelapor).
  5. Fotokopi KK terbaru, dengan nama anak sudah tercantum didalam KK (telah memiliki NIK), dan nama orang tua bayi sama dengan akta nikah bila memiliki.
  6. Fotokopi KTP orang tua.
  7. Fotokopi buku nikah/bawa aslinya untuk diperlihatkan keabsahan.
  8. Surat kuasa bermaterai 6000 jika yang mendaftarkan bukan orang tua kandung si bayi, dengan melampirkan juga fotokopi KTP pendaftarnya  juga.

Penting : Download file formulir akta kelahiran disini, agar Anda tidak perlu bolak-balik (kalau bingung, lanjut baca saja. . .).

Ada banyak syarat-syarat baru yang harus dipenuhi sebelum Anda datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disingkat ‘DisDuk‘ saja biar gampang). Sebaiknya Anda persiapkan selengkap-lengkapnya agar tidak bolak-balik mengurusnya.

 

Hal yang menurut saya perlu diubah alurnya saat mengurus akta kelahiran anak

Ada hal yang menurut saya perlu diubah alurnya saat mengurus akta kelahiran, yaitu pemberian formulir yang wajib diisi yang harus dibawa sebagai syarat di DisDuk.

Pada waktu saya datang ke DisDuk, saya belum membawa KTP saksi dan belum meminta tanda tangan saksi di formulir.

Karena lembar yang berisi syarat pengurusan akta kelahiran yang saya tulis diatas tadi, diberikan saat saya datang pertama kali ke DisDuk.

Sehingga saat pertama kali saya datang ke DisDuk, saya hanya diberi formulir dari Dinas Kependudukan saja. Sedang syarat no 1 dan no 4 tidak tidak bisa terpenuhi …

Iya dong, lha wong formulir baru dikasih, syarat pengajuan pengurusan akta kelahiran juga baru dikasih … ya saya hanya bisa balik badan lalu pulang …

Skenario lainnya …

Misalkan nih, saya sudah tahu syarat-syaratnya dari internet dan sudah bawa fotokopi KTP saksi, datang ke DisDuk, terus diberi formulir … Eh, ternyata saya juga butuh tanda tangan saksi di formulir yang baru dikasih … Ya ujung-ujungnya sama juga harus balik badan, pulang … Melengkapi syarat-syaratnya dulu.

Jadi, menurut saya, tak mungkin dalam sehari / dua hari bisa selesai mengurus akta kelahiran … Minimal 3 kali bolak balik baru selesai.

Pertama, datang ke Dinas Kependudukan hanya untuk mengambil formulir, lalu pulang.

Kedua, menyerahkan formulir yang sudah diisi bermaterai dan sudah tanda tangan saksi + syarat lainnya, lalu pulang lagi.

Ketiga, mengambil akta kelahiran yang sudah jadi.

 

Bagi penduduk yang tidak terlalu banyak kesibukan kerja, atau jam kerjanya fleksibel, hal ini mungkin tidak terjadi kendala.

Namun bagi penduduk yang pekerja kantoran yang harus masuk jam 8 pagi – 5 sore, ini membutuhkan ijin kantor 3 kali di jam kerjanya. (Peluang calo besar).

Apalagi kantor saya dan Dinas Kependudukan di kantor walikota tidak searah perjalanannya. Rumah di kukusan, DisDuk di dekat terminal depok, kantor di Pasar Minggu … Kan jauuuh men, dari ujung ke ujung.

Menurut saya ini agak ribet.

Coba kalau seandainya syarat no 4 + syarat no 1 (formulir pengisian) diberikan saat di kelurahan atau dari RT sekalian. Jadi kita sebagai pelapor sudah tahu dari awal dan bisa mempersiapkan syaratnya untuk meminimalisir bolak-balik … Kan enak jadinya …

Terus, pas datang ke DisDuk, proses pembuatan akta kelahiran bisa ditunggu (misal : maks 2 jam) … bisa lah ditunggu, paling tidak sehari kelar tak perlu bolak-balik, tak perlu ijin kantor bolak balik, tak perlu macet macetan bolak balik.

Seandainya seperti itu … Seandainya saja …

Tentunya pengurusan akta kelahiran akan lebih efektif sekali … Dan tak banyak penduduk yang kecewa waktu datang pertama kali ke DisDuk untuk mengurus akta kelahiran anaknya.

 

30 Hari Menunggu Akta Kelahiran Anak Jadi

Tanggal 6 september 2015, saya mengajukan surat pengantar pengurusan akta kelahiran beserta kelengkapan lainnya di DisDuk (hari kedua). Sesampai di sana, berkas dicek satu persatu. Setelah selesai pengecekan, saya diberi surat tanda (bukti) untuk pengambilan akta kelahiran.

Tertulis di situ, bahwa akta kelahiran dapat diambil pada tanggal 6 oktober 2015 … Alhamdulillah tidak selama waktu pengurusan akta kelahiran anak pertama, yang memakan waktu 3 bulan.

. . .

Di tanggal 6 oktober 2015, saya mengambil akta kelahiran dengan hanya membawa surat bukti pengambilan akta kelahiran … Akhirnya … Selesai?

Belum.

Saya harus fotokopi ulang KK untuk diserahkan ke pak RT dan untuk ngurus BPJS agar nama anak bisa dimasukkan sebagai tanggungan.

Nah sampai disini baru selesai …

Begitulah petualangan saya dalam mengurus akta kelahiran anak.

 

Rekap Ulang

Kalau Anda masih bingung dalam membaca kisahnya, ini saya rekap ulang urutan dalam pengurusan akta kelahiran anak di kota Depok.

  1. Datang ke RT, bawa FC KTP dan KK untuk minta surat keterangan tinggal.
  2. Datang ke RW, bawa surat keterangan tinggal dari RT, untuk dimintakan tanda tangan pak RW.
  3. Datang ke kelurahan, bawa fotokopi KTP, KK, surat keterangan lahir anak dan aslinya, serta surat keterangan tinggal dari RT.
  4. Nunggu 2 minggu.
  5. Datang ke kelurahan, mengambil KK baru dengan nama anak yang sudah tercantum.
  6. Download formulir dan melengkapi semua syarat yang sudah saya sebutkan di atas + beli materai yang 6000an.
  7. Datang ke DisDuk, menyerahkan semua syarat pengurusan akta kelahiran.
  8. Nunggu 30 hari.
  9. Datang ke DisDuk, mengambik akta kelahiran yang sudah jadi.
  10. Fotokopi KK terbaru, diserahkan ke RT dan untuk mengurus BPJS.
  11. Selesai.

 

TAMBAHAN

Pada dasarnya pengurusan pembuatan akta kelahiran sudah selesai saya jabarkan di atas. Namun saya mau mengkritisi tentang Dinas Kependudukan di Depok.

Jangan kaget jika Anda datang ke DisDuk dan dilarang memarkirkan kendaraan di dekat gedungnya.

Iya … Jangan kaget.

Karena tempat parkir pengunjung akan diarahkan ke gedung yang berseberangan dengan gedung DisDuk.

Jika Anda masuk ke komplek kantor walikota, gedung DisDuk ada di bagian sisi sebelah kiri, dan parkirannya ada di pojok sebelah kanan.

Anda membutuhkan waktu sekitar 5 menitan untuk berjalan dari gedung tempat parkir ke gedung DisDuk.

Sebenarnya sih bagus, bisa mengajak orang untuk olahraga, dalam hal ini jalan kaki.

Tapi bagi Anda yang bertubuh subur, Anda akan butuh tenaga ekstra dan mungkin dengan sedikit kebingungan saat mencari gedung DisDuk karena jarak tempat parkir dan gedung DisDuk berjauhan.

Yang jelas lokasi parkirnya tak visitor friendly banget …

Jika Anda 3 kali bolak balik ke DisDuk, ya Anda akan diajak olahraga sebanyak 6 kali bolak balik (parkiran – DisDuk).

Yang paling nyesek bagi saya, pas pertama kali ke DisDuk, perkiraan saya yang hanya menyerahkan berkas seperti saat pengurusan akta kelahiran 3 tahun lalu, ternyata terkendala oleh syarat no 1 dan 4 yang belum bisa terpenuhi.

Jadi saya kesana hanya bisa dapat formulir … Harus bolak-balik jalan jauh parkiran-DisDuk. Dan besoknya, saya harus balik lagi untuk yang kedua kalinya, menyerahkan syarat-syarat lengkapnya.

Coba kalau ketentuan ini berlaku hanya untuk yang bekerja disitu saja. Mereka yang bekerja di situ kendaraannya diparkir di gedung tempat parkir, sedang pengunjung yang sifatnya hanya sebentar/sementara, bisa memarkirkan di dekat gedung. Mungkin akan ada banyak penduduk depok yang berterima kasih waktu ngurus perihal yang berhubungan dengan kependudukan.

Lha ini malah sebaliknya …

Pekerja disitu banyak yang mengendarai motornya menuju gedung DisDuk, (sepertinya parkir dibelakang gedung DisDuk), sedang untuk pengunjung langsung diarahkan ke gedung tempat parkir yang sangat berjauhan dengan gedung DisDuk.

Kan jadi merepotkan pengunjung …

Gitu aja unek-unek tambahan dari saya, semoga bukan saya saja yang merasakan kejanggalan ini.

Makasih sudah baca sampai di sini, semoga bermanfaat buat Anda yang sedang kebingungan mengurus akta kelahiran anak Anda.

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s