Kurang Sabar

bersabarlah

Cerita ini merupakan salah satu pengalaman dari saya selama menjadi penjual kaos anak muslim online Afrakids.

Cerita ini juga merupakan pelajaran untuk saya, agar saya bisa lebih tenang dalam menghadapi cobaan dan lebih bersabar.

Begini ceritanya …

Kemarin dapat orderan kaos afrakids dari tanggeung cianjur. Saya ga tahu ternyata menurut jne, daerah tanggeung adalah daerah agak terpencil.

Sampai 10 hari belum sampai. Tulisan di web jne waktu di tracking, masih “On Process“. Hampir tiap hari saya cek.

CS jne bilang coba cek di jne cabang sukabumi, ternyata pas di telpon nomernya tidak nyambung. Saya semakin kesal.

Akhirnya saya putusin, bbm ke pembeli, mba kalau sampai 2 hari kedepan kaos blm kekirim, maka uang saya kembalikan, nanti kalau kaos sudah sampai, silakan baru transfer lagi.

Tindakan ini saya lakukan sebagai bukti, kalau toko online saya tidak ingin menipu, dan strategi preventive agar tidak dibilang penipu juga.

Hehe …. kalau ditanya, ‘kalau kaosnya ga transfer lagi gimana?‘ Ya itu bukan rejeki saya, ikhlaskan saja. Yg penting kita di sisi yang benar.

Pas 2 hari, masih tetap tak ada konfirmasi baik dari pembeli ataupun jne (saya minta dihubungi kalau kaos sudah diantar ke pembeli).

Walaupun, diatas saya sudah bilang ‘ikhlaskan’, tapi ternyata masih ada perasaan melekat terhadap uang yg ingin ditransfer…

Helow, ini kan bukan salahmu, jne yang kurang becus mengantarnya, masak kamu yg balikin uangnya tanpa komplain marah-marah ke jne? Lumayan lho uang segitu, bisa buat beli susu anak. Sempat terbesit seperti itu dalam pikiran saya waktu itu.

Sebelum saya balikin duit ke pembeli, saya telepon jne sekali lagi, saya mau komplain, mau ngomel-ngomelin CSnya.

Seperti biasa, ‘maaf cs kami sedang melayani customer lain, silakan tunggu sebentar‘, begitu jawaban dari mesin penjawab jne.

Lalu jingle jne muter berulang-ulang ditelinga saya.

Hehe … pembuatan jinglenya kereen, penanaman belief secara berulang, tapi customer ga sadar … inti jinglenya : jne jasa antar terbaik ke pelosok desa, pilih kami, pilih kami, pilih kami…

Customer yg marah-marah mungkin bisa berkurang emosinya. Lama lho durasinya, sampai 2 menitan jingle diputar sambil menunggu cs available utk diomelin.

Lalu ca menyapa, tanya keluhan, kemudian minta no resi, setelah itu disuruh nunggu lagi, dan jingle jne muter lagi.

SOP-nya selalu seperti itu, cs tanya no resi, lalu suruh tunggu sebentar. Kali ini sekitar 1 menitan lah jinglenya berdendang, baru CS balik lagi ngobrol ke customer.

Setelah nongol lagi, cs menjelaskan hal yg sama seperti sebelumnya, “maaf bapak, untuk ke wilayah tanggeung, pengiriman dilakukan seminggu sekali, posisi barang sudah sampai di sukabumi tgl 9 januari, boleh tahu alamat lengkap dan no hp untuk checking …. Anda sebagai penjual/pembeli? … Ok akan kami buatkan laporan untuk segera dikirim ulang”

Iya, tapi kapan akan dikirimnya? Bisa ga saya dapat kepastian, kapan dikirim? Atau paling tidak saya dikabarin kalau barang dikirim/sudah sampai? Dari kemarin kok ngomongin hal yang sama tidak ada kemajuan“, balas saya.

Maaf pak, kami tidak ada wewenang kesana, tugas kami hanya menerima keluhan dan membuat laporannya, nanti akan saya tulis catatan kalau Anda minta dihubungi jika barang sudah dikirim/sudah sampai. Setelah itu yang bisa dilakukan hanya menunggu pak”.

Inilah menurut saya kekurangan dari jne … Jne pusat dalam hal ini cs-nya tidak bisa mentrack/menelpon kurir atau siapapun yg bertanggung jawab di daerah itu untuk mendapatkan info yang diminta pelanggan – setidaknya agar pelanggan lebih tenang, karena sudah ada kejelasan paketnya.

CS jne nongol lagi, “maaf pak, untuk mengantar pengiriman ke daerah tanggeung hanya 1 minggu sekali, karena tempatnya terpencil dan jauh dari cabang jne terdekat“.

Terus saya tahunya agar pengiriman ke suatu daerah dikirim 1 minggu sekali gimana? Di website kan ga dijelaskan? Ini kan merugikan saya sebagai owner toko online dimana pengiriman terlambat, dan pembeli banyak yang komplain, tar bisa-bisa saya disebut penipu“.

Maaf bapak, untuk hal tersebut memang tidak kami cantumkan di website, karena yang memberlakukan hal tersebut hanya beberapa daerah. Bapak bisa menanyakan ke petugas jne yg jaga dimana bapak mengirim paketnya, biasanya petugas akan memberi tahu wilayah mana yang memberlakukan pengiriman 21 minggu sekali“.

Hadeuh, ya sudahlah, saya juga ga bisa berbuat apa-apa, barang ada di tangan jne, ya sudahlah saya tunggu saja ...”

Telpon saya tutup.

….

Ternyata saya tidak bisa ngomel yg meledak-ledak …

Hehe, kutipan percakapan diatas, saya ucapkan dengan nada biasa, tak ada kata-kata bentakan dan kata kotor.

Saya menyadari mungkin dalam 1 hari ini, si cs sudah mendapat omelan berkali-kali, masak saya mau menambahinya, sehingga hari yang dilaluinya semakin buruk. Toh, barang juga ga ilang masih ada kok di jne.

Ya gitu sih memang, semua itu sebenarnya sudah benar adanya, pada tempatnya … sampai saat dimana kita merasa ada kepentingan disana, akhirnya kita merasa itu salah dan menuntutnya.

Dalam hal ini kepentingan saya adalah merefund pembayaran, masih melekat dengan uang pembayaran itu, ga mau rugi, maunya untung, ga mau disalahkan, maunya menyalahkan (jne).

Sebenarnya ya saya salah juga, ga tanya ke petugas pengiriman ke wilayah itu berapa hari. Padahal pembeli sudah memberi info kalau pengiriman pakai jne ke daerahnya sampainya lama ( sekitar 4-5 hari, tidak 1 mingguan lebih)

Ok lah, saya refund saja uangnya, sesuai yang dijanjikan, toh rejeki juga sudah diatur-Nya, kita cuma berusaha menjemputnya.

Kalau nanti kaos sampai, uang ditransfer lg sama pembeli ya alhamdulillah, kalau engga juga gapapa, buat pelajaran, buat pengalaman, buat sedekah aja, mungkin memang saya kurang sedekah jadi dipaksa sedekah dengan kejadian ini.

Pas hape saya ambil, niatnya mau merefund uang pembayaran pakai mobile banking, eh ada bbm …

Saya buka dan saya baca …

Mas, baru saja kaos afrakidsnya sudah sampai. Tadi kurirnya minta maaf katanya dia terlambat mengirim, karena kurirnya kemarin sedang sakit“, text bbm dari pembeli.

Alhamdulillah …

Nah lho … Alloh Maha Baik, baik banget, selalu memberi solusi di detik-detik terakhir … Ternyata saya-nya yang salah, kurang sabar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s